Jumat, 07 Oktober 2011

Wednesday Family

kapan tercetusnya WF pun kita gk inget,,, yang pasti nama itu tercetus dari Nanda , kenapa bisa kita sebut WF ? karena kita paling sering jalan-jalan di hari Rabu , karena notabenenya kita semua pekerja yang agak sulit menentukan hari libur, dari situ kita sepakat tiap hari rabu kita libur untuk sekedar berkumpul.....
berawal dari jalan-jalan ke BANDUNG....
Aku , Nanda Kurniawan , Winda Oktavia , Moh. Ikbal , Ryan Djaya Dwirya ,Christin Sheila Polii . kita sering hang-out bareng.
dari situ kita jalan-jalan ke dufan ,,,, dan akhirnya bertambahlah Imaes Novia Sari dan Arsya Ibrahim.

intinya aku bersyukur punya temen seperti mereka ,
semua persahabatan pasti punya cerita suka dan duka :D

Selasa, 04 Oktober 2011

Entahlah !

Entahlah apa yang ada dipikiran ku saat ini, semua begitu mengingkan untuk aku cerna di otak ku yang kapasitasnya pun rasanya sudah tak cukup untuk memuat semuanya.
aku lelah dengan semua ini, aku ingin kembali baru , terutama perasaanku.
CUKUP!!! aku lelah dengan hubungan jarak jauh ini, yang tidak lebih hanya menghabiskan waktu dan tenaga .
aku juga lelah dengan bayang-bayang orang yang tidak pernah menganggapku ada.

aku berharap semuanya bisa pergi dari otakku, pikiranku.

Esa , día sosok yang mungkin terlalu baik, namun tak memberikan solusi untuk kejenuhan dalam hidupku, ak merasa begitu statis menjalani semaunya,,,, aku tetap saja melalui hari-hariku sendirian, padahal dia adalah orang yang paling dekat dengan aku secara perasaan.
namun aku lagi-lagi merasa itu semua tak cukup membuat ku puas.... maka aku putuskan saja untuk mengakhiri hubungan jarak jauh ini.

mungkin aku salah , ya ! pasti aku salah, dengan begitu egoisnya aku memutuskan inisemua sepihak, tapi aku gak mau lagi menyakiti diriku sendiri....apalagi menambah luka untuk orang lain.
maka dari itu aku putuskan untuk megakhiri semuanya sebelum semua terlambat.
maaf kan aku Esa, kamu pasti mendapatkan orang yang sangat jauh lebih baik dari aku,
tak usahlah kau pikirkan bagaimana aku nantinya, toh aku sudah terbiasa sendiri.